Senin, 29 Agustus 2011

Puri Agung Karang Asem

Puri Agung Karangasem ini dibangun pada akhir abad ke-19 oleh Anak Agung Gede Jelantik, raja pertama dari kerajaan Karangasem , yang kemudian direnovasi oleh putranya, raja Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem.Tujuan wisata ini menarik untuk dikunjungi karena arsiteturnya yang unik, yang merupakan kombinasi antara arsitektur Bali, Cina, dan Eropa.
Puri Agung Karangasem memiliki tiga bagian utama.Bagian pertama di sebut "Bencingah", yang memiliki kamar yang disediakan bagi tamu khusus diundang oleh Raja.






Saat Kita memasuki bagian kedua (Jaba tengah) dan Bagian ketiga (Maskerdam), Kita akan melalui gerbang yang dibuat dalam bentuk stupa atau pagoda. 


Setelah Memasuki Pintu Gerbang ini kita bisa menemukan dua pohon lychee tua dan akan mengantar kita memasuki Jaba tengah dan Maskerdam.


Jaba Tengah yang menjadi kebun puri dengan kolam. Di tengah kolam terdapat sebuah bangunan yang disebut "Balai Gili" atau gedung mengambang. Balai Gili sering digunakan untuk pertemuan-pertemuan yang diselenggarakan oleh keluarga kerajaan, pertunjukan seni Tari dan orchestra gamelan serta jamuan makan kepada para tamu raja Karangasem.Puri Agung Karangasem ini masih di bawah pengawasan kepala keluarga kerajaan Karangasem, Profesor Dr.Anak Agung Gede Putra Agung, yang tinggal di sisi timur kolam di kompleks yang disebut Gedong Dangin Telaga.
Jika anda berdiri di sisi Balai Gili, anda juga bisa melihat bahwa Puri Agung Karangasem ini diapit oleh dua gunung, yaitu Gunung Agung dan Gunung Lempuyang.






Bagian ketiga adalah Maskerdam, yang diberikan setelah nama kota Amsterdam, sebuah kota di Belanda. Bangunan ini dibangun pada awal Raja Karangasem memulai hubungan dengan Pemerintah Belanda.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar