Puri Agung Karangasem ini dibangun pada akhir abad ke-19 oleh Anak Agung Gede Jelantik, raja pertama dari kerajaan Karangasem , yang kemudian direnovasi oleh putranya, raja Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem.Tujuan wisata ini menarik untuk dikunjungi karena arsiteturnya yang unik, yang merupakan kombinasi antara arsitektur Bali, Cina, dan Eropa.
Puri Agung Karangasem memiliki tiga bagian utama.Bagian pertama di sebut "Bencingah", yang memiliki kamar yang disediakan bagi tamu khusus diundang oleh Raja.
Saat Kita memasuki bagian kedua (Jaba tengah) dan Bagian ketiga (Maskerdam), Kita akan melalui gerbang yang dibuat dalam bentuk stupa atau pagoda.
Setelah Memasuki Pintu Gerbang ini kita bisa menemukan dua pohon lychee tua dan akan mengantar kita memasuki Jaba tengah dan Maskerdam.
Jika anda berdiri di sisi Balai Gili, anda juga bisa melihat bahwa Puri Agung Karangasem ini diapit oleh dua gunung, yaitu Gunung Agung dan Gunung Lempuyang.
Bagian ketiga adalah Maskerdam, yang diberikan setelah nama kota Amsterdam, sebuah kota di Belanda. Bangunan ini dibangun pada awal Raja Karangasem memulai hubungan dengan Pemerintah Belanda.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar