Selasa, 30 Agustus 2011

Taman Soekasada ujung

Istana Air Ujung, yang oleh masyarakat setempat disebut Taman Soekasada Ujung dibangun pada tahun 1919, dengan melibatkan arsitek Belanda yang bernama van Den Hentz dan seorang arsitek Cina bernama Loto Ang, dan diresmikan penggunaannya pada tahun 1921.Istana air yang dikonstruksi oleh raja terakhir Karangasem, I Gusti Bagus Jelantik, yang memerintah di Karangasem antara 1909 dan 1945.Taman Ujung dibangun untuk menyambut dan melayani tamu-tamu penting dan raja-raja dari negara retangga, disamping sebagi tempat untuk raja dan keluarga kerajaan.


Taman Soekasada Ujung telah diumumkan sebagai objek wisata budaya mengingat dianggap sebagai satu dari warisan budaya yang ada di Kabupaten Karangasem.Kompleks Taman Soekasada Ujung merupakan kombinasi dari arsitektur Bali ,Cina dan Eropa. Terdapat tiga kolam besar dan luas di daerah ini.Di tengah kolam utama, terdapat bangunan yang menghubungkan sisi-sisi kolam dengan dua jembatan.

Sang pendiri taman, dengan kemampuan teknis- arsitektural,estetik dan kasat mata menggunakan konsepsi kosmologi masyarakat Bali sebagai landasan ideologis, telah berhasil memanfaatkan bentang alam dan lingkungan di sekitarnya yang berteras- teras dengan gunung-gunung sebagai latar belakang alami, sumber air, sungai-sungai danpesisir Pantai Ujung.

Relief-relief Taman Sukasada Ujung, yang ada pada dinding bangunan, pada Pilar, itu menceritakan epos Ramayana dan Mahabharata, seperti kesukaan Djelantik pada sastra," kata Anak Agung. Sistem pertukangan yang digunakan sudah modern, yakni pengecoran serta penggunaaan cetakan untuk membuat relief di dinding bangunan. Ketika itu, cara semacam itu baru dan langka.

Sementara itu di dalam Bangunan, kita juga dapat menyaksikan sisa-sisa peninggalan dari Raja Karangasem (foto-foto mengenai Keluarga Raja Karangasem, tempat tidur, bahkan keterangan tentang kejadian-kejadian yang menimpa Taman Soekasada ujung).


Pada kompleks tertinggi, kita akan menemukan patung "warak" (badak). Di bawah wark adalah patung banteng. Dari tempat tinggi ini kita bisa melihat pemandangan laut yang mengagumkan dengan hutan yang menghijau, keindahan Gunung Agung yang dikombinasikan dengan persawahan yang hijau.


Kemegahan Taman Ujung telah dirusak akibat meletusnya Gunung Agung pada tahun 1963 dan diperburuk dengan gempa bumi pada tahun 1979. Namun,penyelematan telah dilakukan untuk membawa kembali kejayaan kompleks istana air ini dengan merekonstruksi dan merevitalisasinya. Meskipun tidak seutuh dulu, namun kemegahannya terlihat sampai sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar